Duck Warfare Review

Duck Warfare atau bisa diterjemahkan sebagai Peperangan Bebek adalah game Android yang lucu-lucu sadis. Dengan storyline yang agak klise dan twist ending yang nganu.

A. Game.

Title: Duck Warfare 
Developer: lonelybench 
On/Off: Offline 
Sign-in: No 
Size: 48MB 
Version: 1.3.5 (15 Aug 2017) 
Genre: Strategy 
Rating: 12+ 
Ads(iklan): No 
In-app purchase: No 
Download: 500.000+ 
Stars: 4.5 (4,925 users) 

 (data pada tanggal 27 Maret 2018)

B. Gameplay.

Sebelum ke gameplay saya ingin bahas storyline-nya dulu. Bisa dikatakan pemicu dari konflik dalam game ini adalah penggusuran.

Di sebuah taman yang dihuni oleh sekawanan Bebek, tiba-tiba ada surat yang meyatakan bahwa taman itu adalah milik GÜSCO, dan orang ini ingin merobohkan taman tersebut. 

Beberapa bebek kemudian mengadakan pertemuan, dan ramai-ramai menyatakan untuk melawan. Dimulailah perjuangan mereka yang harus menghadapi para pekerja kontruksi, tentara, hingga para kru film barat dan bajak laut, di mana sebenarnya hampir tak ada hubungannya sama sekali. Sebelum akhirnya mereka berhadapan dengan GÜSCO.

Beberapa dialog hampir seluruhnya didominasi oleh musuh, yang bernuansa komedi dan sedikit satir (kalau boleh berkata demikian). Baru setelah bertemu dengan GÜSCO, si tokoh utama Bebek kita itu berdialog, meski akhirnya begitu deh. Saya nggak tega menyebutnya.

Menuju ke Gameplay. Baik pemain atau lawan memiliki base atau markas masing-masing. base pemain berada di bilah kiri layar dan base lawan berada di kanan layar. Setiap base memiliki HP atau poin kerusakan. Saat poin ini menjadi nol, maka itulah kekalahan.


Base ini juga yang mengeluarkan para prajurit untuk menghancurkan base musuh. Ada deretan prajurit di bilah bawah yang bisa dipilih dengan gambar dan harga yang harus dibayar jika ingin mengeluarkannya. Tenang, uang tersebut sudah disediakan oleh entah siapa. Kalian bisa melihatnya di pojok kanan layar. Uang tersebut akan bertambah setiap detik. Seberapa cepat terkumpulnya dan kapasitas uang tersebut tergantung pada levelnya, yang bisa ditingkatkan lewat kotak di pojok kiri bawah layar. 

Selain itu, kalian juga bisa meng-upgradenya lewat menu Shop. Pada awalnya kalian hanya bisa memilih prajurit biasa. Untuk memilih prajurit unik lainnya, kalian harus membelinya di menu shop


Beberapa prajurit unik yang baru akan semakin bertambah seiring level yang makin meningkat Beberapa prajurit tersebut di antaranya adalah Soldier Duck, Speed Duck, Wizard Duck, Kung Fu Duck, Ninja Duck, yang memiliki keahlian masing-masing. Bahkan ada Rambo Duck dan Hero Duck (mirip Superman), juga Dragon Duck yang memiliki kemampuan terbang dan semburan api. 

Selain hal tersebut, jika dilihat dari kemampuan menyerangnya, para prajurit ini bisa dikelompokkan menjadi tiga regu, yaitu regu prajurit darat yang hanya menyerang musuh yang berjalan di atas tanah, regu prajurit udara 1 yang menyerang musuh di darat dari atas, dan regu prajurit udara 2 yang hanya bisa menyerang musuh yang melayang.

Dan kalian hanya dibolehkan membawa 6 prajurit bebek saja selama satu permainan, yang artinya pertimbangan yang tepat dan strategi sangat berperan penting di sini untuk sebuah kemenangan. Kalian akan mendapatkan kemenangan jika berhasil merobohkan base musuh. 

Namun, jika hal tersebut berhasil dilakukan tanpa satu damage pun pada base kalian, maka artinya kalian berhak mendapatkan bintang. Meski pun saya sendiri tidak tahu gunanya bintang ini untuk apa, selain tanda penghargaan karena base kita tidak terkena damage sama sekali. Selain permainan utama tersebut, ada mini game yang mirip atau memang jiplakan langsung dari Flappy Bird. Game yang pernah bikin orang gregetan.

C. Control.


Tidak butuh tenaga lebih atau kecepatan tangan. Kita hanya perlu menyentuh deretan bilah kotak yang tertera di layar. 6 kotak untuk mengeluarkan prajurit, 1 kotak yang agak terpisah untuk meningkatkan level pengumpul uang. Semakin tinggi level ini, semakin cepat dan besar kapasitas uang yang dikumpulkan.

D. Graphic.


Grafisnya 2D banget dan bernuansa kartun. Tidak ada yang terlalu wah, juga tak jelek-jelek amat. Bahkan grafis semacam ini terlihat cocok dengan tipe permainan yang seperti itu. Kecuali mungkin, efek api (saat base musuh terbakar) atau darah dalam pertarungan, berupa pixel-pixel besar mirip blur dalam video yang berstatus sensor. Jadi mikir yang bukan-bukan.

E. Music.


Tidak ada masalah sama sekali dengan musiknya. Tapi mungkin, suara dari efek saat bertarung kurang variatif, bahkan terdengar monoton. Jika suara efek ini lebih diperhatikan lagi, akan menunjang sisi permainannya agar lebih menarik.

F. Kesimpulan.

Game sederhana yang cukup mengasyikan. Meski membutuhkan strategi, tapi tak terlalu rumit. Kontrol yang cukup mudah, dan tentu saja alur cerita yang sedap-sedap garing. Tak terlalu jelek, juga tak terlalu bagus. 


Sayangnya, episode atau level permainan dalam game hanya mentok di posisi 25. Level yang cukup nanggung menurut saya, apalagi ending ceritanya tidak ditutup dengan baik. Ada kejanggalan di sana, tapi game-nya sudah berakhir begitu saja. 

Meski demikian, game ini cukup pantas untuk dicoba sebagai selingan dari game utama, yang kebanyakan makan kuota dan baterai smartphone, dan waktu berharga untuk mencari pacar atau calon istri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini