Kode Keras Episode 4 Valentine Walkthrough

Entah developer-nya tiba-tiba ketiban ide Valentine ini karena update-nya bertepatan dengan hari yang katanya spesial itu, atau sudah direncanakan terlebih dahulu sebelumnya. Yang mana pun itu, aku merasa ini adalah episode terbaik jika dibandingkan dengan tiga episode sebelumnya.


Seperti episode-episode terdahulu yang penuh dengan kejutan. Pada episode PDKT kita dihadapkan pada Lala yang judesnya minta ampun dewa, hingga harus berhati-hati untuk memilih jawaban. Layaknya berjalan di antara ranjau yang siap membunuhnya setiap saat.

Pada episode First Date justru sebaliknya, kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang terdengar baik, tapi sebenarnya adalah jawaban yang salah. Sementara itu jawaban yang terdengar agak kasar, malah menjadi jawaban yang benar.

Lain hal dengan episode Relationship kita tak hanya melulu menghadapi liku-liku kehidupan asmara, tapi juga bagaimana menjadi sosok yang bisa diandalkan bagi pasangan kita yang sedang dirundung masalah.


Di episode keempat ini, lagi-lagi kita mendapatkan sesuatu yang berbeda, dan selalu saja mengejutkan. Biar nggak spoiler, mending mainkan game-nya dan lihat saja sendiri. Biar berasa bapernya.

Selain hal di atas, lagi-lagi ada karakter baru, dan karakter lama pun muncul lagi, yaitu Abah a.k.a Om alias ayah dari Lala. Di episode kali ini diperlihatkan apa sebenarnya profesi calon mertua kita itu. Tapi kok nggak cocok, ya. Kalau Ibu Lala mungkin lebih pas. Tapi sudahlah. Mungkin penulis skenarionya punya alasan sendiri.


Kemudian ada Mamang Asep. Penjaga pintu gerbang yang katanya galak, tapi kok mukanya seperti orang blo'on, ya. Maaf, Mang. Maksud saya, innocent


Ada pula Pak Iwan. Seorang guru. Kalian akan bertemu dengannya tiga kali di setiap scene yang berbeda. 

Untuk jawaban dari Kode Keras Cowok dari Cewek di bawah ini menggunakan aplikasi versi 1.21, yang bisa saja ada perubahan saat aplikasinya di-update nanti.

1. Di Kelas.


• Ada apa sih??? >> Temen kamu lagi ultah kali tuh >> Hmm terus kenapa? >> Ya kapan-kapan >> Yaudah sih yang? >> Hari apa emang? >> Kok malah ngatain aku sih? >> Beliin bunga

2. Gerbang Sekolah (keluar).


• Belum Mang >> Belum Mang >> Mau ke fotokopian >> Mesinnya rusak >> Kasih Teh Ember

3. Toko Bunga.


• Bunga mawar >> Stay Cool >> Gak jadi >> Mau fotokopi >> Bisa kurang gak Om? >> Bayar DP >> Buat Lala >> Hadiah Valentine >> Saya udah izin Om barusan! >> Apaan nih Om?

4. Gerbang Sekolah (masuk).


• Manjat pagar >> Umpetin bunga ke semak-semak >> Tadi saya keluar sebentar, eh gerbangnya keburu digembok, Pak >> Abis beli perlengkapan mading >> Pak saya buru-buru nih. Ayolah… >> Ya udahlah Pak >> Dikejar anjing >> Tetap kasih apa adanya

5. Koridor Sekolah.


• Ijin masuk >> Lala disuruh ke ruang BK, Pak >> Kamu masih bete sama aku? >> Aku minta maaf.. >> Jadi kamu gak mau maafin aku? >> Yaudah, yang aku pikir sekarang, kamu kepengen kita putus. Ya kan? >> Nih bunga buat kamu >> Ngumpet dulu >> Aku makin sayang sama kamu

6. Restoran.


• Mau foto-foto dulu gak? >> Sini aku fotoin kamu sendiri >> Agak ke samping >> Foto landscape >> Yuk kita selfie aja? >> Pasang muka duckface >> Dekat jendela >> Pesen makanan >> Karena ada aku? >> Kamu unik >> Sedalam lautan >> Buat apaan sih? >> Oh iya bener juga >> Negosiasi sama kasir >> Saya mau nyenengin pacar saya, Pak >> Cuci piring >> Duit aku kurang.. 


Cinta itu butuh pengorbanan dan saling pengertian satu sama lain. Mungkin itu isi pesan dari episode kali ini. Rasanya, dari setiap episode membuat kita makin dewasa. Mulai dari menghadapi Lala yang minta ampun selangit dan sebumi, bertemu ayahnya, menolongnya saat lagi ada masalah, dan perjuangan serta pengorbanan untuk membuatnya tersenyum bahagia.

Terima kasih Adit dan Lala, dan khususnya orang-orang yang berada di balik pembuatan game istimewa ini.



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini