Naru's World Jungle Adventure Review

Ingin game yang mirip Mario Bros dengan nuansa petualangan dan karakter yang diinspirasi oleh Naruto? Mungkin game ini jawabannya.

A. Game.


Developer: MD Studios 
Size: 6,41MB 
Version: 1.6 (6 Des 2017) 
Genre: Adventure 
Rating: 3+ 
Ads(iklan): Yes 
In-app purchase: Yes (Rp 13.000-169.000) 
Download: 500.000+ 
Stars: 4.2 (2.155 users) 

 (data pada tanggal 20 Januari 2018)

B. Gameplay.



Tidak seperti Mario Bros di mana tokoh utamanya pergi untuk menyelamatkan Tuan Putri. Tokoh utama dalam game ini hanya iseng berpetualang di hutan saja, kemudian bertemu musuh-musuh yang tidak bisa ia kalahkan kecuali dengan dua cara, yaitu melompat tepat di atas mereka atau menyerangnya dengan api yang harus kalian dapatkan di dalam permainannya sendiri. 


Layaknya Mario Bros, kalian akan langsung mati (game over) dalam permainan jika bersentuhan dengan musuh. Namun, saat kalian mendapatkan buah strawberi yang didapat dari menyundul kotak yang melayang di udara, tubuh karakter utama menjadi lebih tinggi dari sebelumnya. Jika disentuh oleh musuh, ia tidak langsung mati, tapi tubuhnya jadi kecil seperti semula. 

Karena tidak adanya motivasi seperti di Mario Bros—di mana tokoh utamanya menghadapi berbagai rintangan di dalam game untuk menyelamatkan sang Putri, di tengah-tengah game mungkin kalian akan bertanya-tanya, apa tujuan dari tokoh utama berpetualang? Apakah di level terakhir ia akan bertemu dengan seorang gadis yang ternyata adalah jodohnya? Atau mungkin di level terakhir nanti, si tokoh utama menemukan harta karun bajak laut, yang kemudian bisa ditukar dengan berjuta-juta pulsa oleh sang player

Kita setidaknya harus menamatkan game tersebut untuk mengetahui jawabannya.

C. Control.

Kontrol permainannya sendiri bisa dibilang susah-susah gampang. Ada tombol arah di kiri dan tombol aksi di kanan layar.


Untuk awal-awal agak susah untuk melakukan lompatan ke depan (menekan tombol aksi-lompat dan arah secara bersamaan), tapi jika sudah terbiasa, akan terasa lebih mudah. 

Disarankan memang bermain menggunakan Gamepad. Kesan nostalgianya dengan Mario Bros lebih terasa, apalagi kalau bisa menampilkannya di layar televisi. Makin tenggelam di tengah danau kenangan.

D. Graphic.

Bagian grafis sendiri cukup indah di mata, dengan warna-warna yang beragam. Dan desain karakternya entah kenapa mengingatkan akan Naruto saat pertama kali muncul dengan Googles di kepalanya. Mungkin terinspirasi dari sana. 

Selain itu, saat karakter utama melompat, ada ekspresi wajah seperti orang berteriak. Seakan-akan ia melompat sekuat tenaga. Meski itu hanya lompatan kecil saja.

E. Music.

Musiknya bisa dibilang cukup sepi, tapi tetap enak untuk dinikmati. Mungkin karena settingnya di hutan, jadi musiknya menyesuaikan. Kalian juga bisa mengatur volume musiknya di menu setting.


Namun, alangkah baiknya jika musiknya lebih bersemangat lagi. Karena karakter utamanya tak memiliki motivasi atau pemicu kenapa ia harus berpetualang, menghadapi berbagai musuh dan rintangan, tanpa tahu alasan kenapa ia melakukan semua hal itu.

Pilihan alternatifnya untuk membuat kita bersemengat bermain adalah menyetel lagu sendiri saat memainkan game, seperti lagu Hiraishin dari Keyakizaka46 atau Another Ghost-nya Nogizaka46. Meski tidak ada hubungannya sama sekali dengan isi permainannya.

F. Kesimpulan.




Untuk mereka yang ingin merasakan kembali nuansa bermain Mario Bros dalam bentuk lain, game ini cukup direkomendasikan. Meskipun, tidak ada seorang Putri yang menunggumu di level terakhir, tapi mungkin saja calon pasanganmu telah menunggu di sana dengan seorang penghulu dari KUA.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini