Brave Fighter: Demon Revenge Review

Tebas, tebas, tebas, dan tebas. Tapi, hati-hati dengan seorang Putri Kerajaan yang menurunkan hujan bola api tepat di belakangmu.

A. Game.


Developer: JOYNOWSTUDIO 
Size: 23MB 
Version: 2.2.5 (9 Des 2017) 
Genre: Action-RPG 
Rating: 12+ 
Ads(iklan): Yes 
In-app purchase: Yes (IDR 24,419-2,200,000) 
Download: 1.000.000+ 
Stars: 4.5 (71,339 users) 

 (data pada tanggal 23 Januari 2018)

B. Gameplay.

Di tanah Alcala para Guardian (penjaga) bertarung dengan para Demon (iblis) sejak semula … tapi suatu hari seorang Guardian terbuang bernama Gu' Vano menyerang istana para Guardian dengan Demon … Para peminpin Guardian bernama Glenelg hilang dalam pertempuran itu … tapi itu bukanlah sebuah akhir, anak Glenelg benama Arthur akan menjadi harapan terakhir.


Begitulah kira-kira prolog dalam game ini. Terdengar sederhana dan tak menarik minat, setidaknya demikian menurutku. Setelah prolog, akan ada scene singkat tentang penyerangan tersebut dan kita akan memainkan sir Glenelg sejenak, sebelum kalah oleh bos Demon. Dalam skenarionya, kita memang harus kalah. Tapi hal itu sudah cukup memberi gambaran bagaimana permainannya. 

Seperti genre game-nya sendiri, ini adalah action-RPG. Player yang beraksi dan menebas musuh untuk memperoleh exp, yang akan membuat levelnya naik dan menjadi lebih kuat. Selain itu, selagi kita melakukan hal tersebut kita disuguhkan jalan cerita. 

Setelah mencicipi karakter sir Glenelg sejenak, kita akan masuk ke cerita selanjutnya. Anaknya, Arthur akan diajari (lebih tepatnya diberi intruksi) oleh Butler Luma (pelayan Luma). Mulai dari bagaimana memilih senjata dan perlengkapan lainnya, sampai menaikkan level serangan dengan membayar beberapa koin di tempat yang bernama Palace.


Selain itu, ada empat tempat lain, yakni Campsite: tempat di mana kita menaikkan level para karakter lain, Trophy: tempat klaim hadiah, Formatian: tempat menata prajurit pemdamping dan Shop: tempat kita menghabiskan banyak uang. 


Di level kedua kita akan bertemu dengan Putri Lydia untuk pertama kalinya, dan setelah itu ia bisa dipilih untuk mendampingi kita. Selain manusia, kita juga mendapatkan prajurit pendamping seorang Demon. Kita hanya bisa membawa dua orang untuk bertarung bersama, tapi bisa lebih dari dua setelah mencapai level tertentu. Seperti, kita bisa membawa tiga orang setelah mencapai level 20. 

Selain hal tersebut, kita juga bisa mengatur aksi para prajurit pendamping ini. Apakah ikut menyerang atau bertahan dengan mengklik ikon bergambar pedang atau tameng di dekat foto mereka, yang berada di bilah bawah layar bersama info HP mereka.

C. Control.


Seperti game pada umumnya, tombol arah ada di kiri layar, sementara tombol aksi ada di kanan. Ada total 6 tombok aksi, yaitu serangan biasa dan 4 serangan khusus, plus 1 aksi untuk memulihkan HP dengan sebuah ramuan. Di bilah atas, ada status yang berisi info HP, Exp, level pemain, koin, berlian dan gulungan. Sementara di bilah bawah menginformasikan prajurit pendamping kita.

D. Graphic.

Grafisnya cukup berwarna, meski entah kenapa rasanya terlalu banyak unsur gelapnya. Selain itu, antara latar dan karakter yang bergerak, terasa kurang menyatu. Tak terlalu padan. Bahkan terkesan tak ada bayangannya.

E. Music.

Musiknya memberikan semangat untuk bertarung, atau memberikan dorongan untuk membasmi musuh secara brutal. Dengan kata lain, musiknya memberikan ketegangan yang intens, sekaligus gelora semangat. Meski rasanya hal tersebut tak pernah kendur, bahkan di situasi yang seharusnya cukup santai.

F. Kesimpulan.

Ini game action-RPG yang cukup apik sebenarnya, tetapi storyline-nya kurang tertata baik. Jika kalian tak terlalu mementingkan bagian tersebut (seperti diriku), game ini cukup recommended untuk dicoba. Tapi, hati-hati jangan jatuh cinta dengan Putri Lydia, karena beliau bisa menurunkan hujan bola api. Bukan hujan badai yang menjadi doa favorit para jomblo di malam Minggu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini